Thursday, 7 January 2016

Astaghfirullah NASA Menyembunyikan Fakta Tentang Lailatul Qadar




Carner dengan membawa bukti jelas bahwa alam semesta pada waktu itu gelap setelah “jendela” itu terungkap.
 

Disebabakan hal tersebut akhirnya Carner mendeklarasikan keislamannya. Setelah dia masuk Islam, dia menjelaskan sebuah fenomena “mencium Hajar Aswad”. Batu hitam (Hajar Aswad) itu menunjukkan kepadanya agar dia menciumnya. Seperti yang telah dikatakan Abdul Basith bahwa Hajar Aswad telah merekam semua orang yang sudah memegangnya..

Carner juga membuka sebuah tabir tentang sebagian potongan Hajar Aswad yang pernah dicuri.
Dikutip VOA Islam, setelah 12 tahun diteliti, seorang pakar museum Inggris menegaskan bahwa batu tersebut memang bukan dari planet tata surya Matahari. Setelah itu Carner mendatangi pakar museum Inggris itu dan melihat contoh batu Hajar Aswad yang sebesar biji kacang. Dia menemukan bahwa batu itu melancarkan gelombang pendek sebanyak 20 radiasi yang tidak terlihat ke segala arah. Setiap radiasi menembus 10 ribu kaki. (Baca: Astaghfirullah! Benarkah Al-Qur'an dan Hadis Mengharamkan Pre-wedding?)

Ditegaskan oleh Sayyid Abdul Basith, Imam Syafi’i mengatakan bahwa Hajar Aswad mencatat nama setiap orang yang mengunjunginya baik dalam haji atau umroh sekali saja.

Ditambahkan pula oleh Carner bahwa batu itu mampu mencatat nama-nama orang yang berhaji dengan radiasi gelombang nya.
Sumber: Tribun Jabar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Astaghfirullah NASA Menyembunyikan Fakta Tentang Lailatul Qadar

0 komentar:

Post a Comment