Ketika
seorang laki-laki dan perempuan memutuskan untuk menikah, maka mereka sudah
siap dengan segala hal yang akan terjadi. Termasuk menjaga emosi supaya tidak
terjadi masalah di rumah tangga mereka. Antara suami dan istri juga harus bisa
menjaga satu sama lain. Mereka juga harus saling mengerti satu sama lain.
Seorang istri harus bisa menjadi partner (rekan) yang baik dalam berumah
tangga. Seorang istri juga harus bisa membuat suaminya selalu mencintai
dirinya. Seperti Siti Aishya yang selalu dicintai Oleh Rosululloh.
Ada
beberapa metode atau cara yang bisa dipraktekkan oleh seorang istri supaya
suaminya semakin cinta kepadanya.
Pertama adalah taat.
Rasulullah
saw. bersabda:
Seandainya
aku memerintahkan agar seseorang bersujud kepada orang orang lain maka pasti
(yang paling dulu) aku memerintahkan agar seorang wanita (istri) bersujud
kepada para suaminya. (HR at-Tirmidzi).
Dari
hadits diatas bisa dibilang jika seorang istri yang sholihah harus taat kepada
suaminya. Kecuali dalam maksiat kepada Allah SWT. Seorang istri harus patuh
karena suami adalah pemimpin didalam rumah tangganya.
Kedua adalah pandai menjaga amanatnya sebagai ibu
Selain
berkewajiban untuk mengurusi suami, istri juga memiliki tugas sebagai seoarang
ibu. Istri harus bisa merawat anak yang telah dititipkan Allah kepadanya.
Merawat ini bisa secara fisik maupun batinnya (psikologinya), membesarkan dan
mendidik anak-anaknya. Suami akan merasa senang jika seorang istri bisa merawat
anak mereka dengan baik. Sebagai seorang istri juga harus bisa gesit dan cermat
dalam mengurusi rumah tangga.
(Baca:
Subhanallah!Ilmuan Amerika Masuk Islam Karena Membuktikan Fakta Surat Al Mu'minun)
Ketiga adalah pandai menjaga amanat sebagai pengatur rumah tangga (rabbah al-bayt).
Ketiga adalah pandai menjaga amanat sebagai pengatur rumah tangga (rabbah al-bayt).
Istri
harus bisa membuat suasana rumah menjadi nyaman, bersih, perabotan yang terta
rapi. Poin yang paling penting adalah istri bisa menjaga dan mengatur kebersihan
rumah.
Keempat pandai menjaga diri,
kehormatan dan harta suami.
Rasulullah
saw. bersabda:
“Tidak ada sesuatu yang berfaedah
bagi seorang Mukmin setelah ketakwaan yang lebih baik baginya daripada seorang
istri shalihah, yakni…yang jika suaminya tidak ada di sisinya, ia menjaga diri
dan harta suaminya”.
(HR Ibn Majah).
Ini
menandakan bahwa jika suami tidak berada dirumah maka istri harus bisa menjaga
diri dengan baik. Sebaiknya jangan menerima tamu yang bukan mukhrim di rumah
dan tidak melakukan aktivitas lain didalam rumah yang bisa menyebabkan
hancurnya rumah tangga, seperti mengobrol dengan tetangga dan menceritakan
keburukan suami atau keluarganya.
Kelima berilah penghargaan dan
kejutan.
Memberikan
surprise atau kejuatan adalah hal yang bisa membuat rumah tangga menjadi
semakin harmonis. Baik suami ataupun istri tentu sangat senang jika di beri
kejutan. Seorang istri juga sebaiknya sekali-kali memberikan kejutan kepada
suaminya. Berilah pula penghargaan ketika suami ikut membantu dalam mengurusi
masalah suami seperti menjaga anak ketika istri ada keperluan.
Keenam menyenangkan
jika dipandang.
Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Dunia
adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah”. (HR
Muslim)
.Tidak
ada sesuatu yang berfaedah bagi seorang Mukmin setelah ketakwaan yang lebih
baik baginya daripada seorang istri shalihah, yakni yang jika suami
memerintahnya, ia menaatinya; jika suaminya memandangnya, ia membuat suaminya
bahagia… (HR Ibn Majah).
Enak
dipandang bukan berarti harus cantik. Yang dimaksut hadits tersebuat adalah
istri sebaiknya tidak mempercantik jasmaninya saja tapi juga rohaninya.
Kecantikan jasmani disini adalah kecantikan fisik. Berikanlah senyuman yang
tulus, iklas ketika mengurusi rumah tangga, berikanlah senyuman yang tulus dan
juga panggillah suamimu dengan panggilan yang dia suka bukan malah sebaliknya.
Ketuju bertutur kata lembut.
Harus
saling memberikan pengertian dengan tutur kata yang lembut. Jika ada masalah
selesaikan dengan cara yang baik, komunikasi yang baik. Karena dalam rumah
tangga nanti tentu keduanya pasti pernah melakukan kesalahan satu sama lain.
Karena manusia tempatnya salah. Menasehatipun juga harus menggunakan kata-kata
yang tidak membuat emosi pasangan.
Kedelapan tidak membebani, tetapi
membantu mencari solusi.
Ketika
menghadapi masalah sebaiknya jangan dibebankan pada satu pihak saja. Istri yang
sholihah sebaiknya membantu suami untuk mencarikan solusi, bukan malah
sebaliknya. Jangan menambah persoalan baru kalau tidak mampu mengatasinya, atau
bahkan menuntut sesuatu di luar batas kemampuan-nya. Jika ada masalah-masalah
kecil yang mampu diselesaikan sendiri dan tanpa memerlukan izin suami, maka
segeralah untuk menyelesaikanya. Buatlah suami menjadi nyaman untuk
menyampaikan masalah yang dihadapinya. Selalu bersyukur dengan semua nikmat
yang diperoleh, bersabar ketika menghadapi cobaan, selalu tawakal jika
mempunyai rencana, dan bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
Kesembilan pandai melayani suami.
Layanilah
suami dengan ikhlas dan dengan cinta yang besar. Siapkanlah segala sesuatu yang
dibutuhkan oleh suami. Meskipaun jika dalam rumah tangga memiliki pembantu,
tetapi layanan dari istri akan terasa sangat spesial di mata suami. Jadilah
istri yang selalu siap “melayani” suami dan pandai membuatnya “bergairah”.
Kesepuluh jadilah pemaaf dan ringan berterima kasih.
Manusia
takkan bisa berubah menjadi Tuhan yang memiliki sifat sempurnah. Manusia
memiliki sifat khilaf dan sering lupa. Untuk itu, salinglah mengingatkan satu
sama lain, baik suami maupun istri. Jadilah pasangan yang saling mudah
memaafkan dan ringan untuk berterimakasih.
Sumber: Akhwat Muslimah


0 komentar:
Post a Comment