Sholat wajib lima waktu sudah
dikerjakan, begitupun dengan sholat-sholat Sunnah. Tetapi kita masih merasa
sulit mendapatkan kemakmuran didunia. Hal ini sering kali kita alami dan merasa
bahwa Allah telah mempersulit keadaan. Namun sebagai seorang muslim alangkah
baiknya jika kita jangan membuat spekulasi atau dugaan-dugaan yang seperti itu
kepada Allah SWT. Cobalah untuk menginstropeksi diri kita masing-masing.
Baru-baru ini Ustadz Saefulloh MA yang
mengisi tausyiah di Masjid Besar Al Barkah di Cirebon mengatakan jika sesuatu
yang seperti ini terjadi maka kita harus melihat cara sholat yang kita
kerjakan, sudahkah sholat kita sesuai dengan tuntunan Rosululloh SAW. Sehingga
sholat yang selama ini kita kerjakan tidak memberikan sebuah hal positif dalam
kehidupam sehari-hari
Menurut Ustadz Saefulloh bahwa terdapat
3 kondisi orang yang sholat. Kondisi-kondisi apakah yang dimaksud, mari kita
simak. Beliau menjelaskan bahwa 3 kondisi tersebut adalah khosyiun (orang yang
dalam sholat selalu khusyu’), sahun dan yang terakhir adalah riya’ atau riyaun.
(Baca: Macam-macamTidur Yang Dilarang Menurut Agama Islam)
(Baca: Macam-macamTidur Yang Dilarang Menurut Agama Islam)
Kondisi pertama khosyiun ini maksudnya yaitu sebagai muslim sebaiknya kita harus menjalankan sholat dengan khusyu’. Khusyu’ dalam sholat bisa dilakukan dengan kondisi hati dan pikiran yang tenang. Ketika mengahadap Allah tidak sedang memikirkan sesuatu hal apapun. Ini sesuai dengan perintah Allah SWT yang telah dijelaskan dalam Al Qur’an, “Sungguh beruntung orang-orang beriman yang khusyu shalatnya,” (QS. Al Mu’minun ayat 1-2).
Kemudian kondisi yang kedua yakni sahun, maksudnya adalah seseorang harus mengerjakan sholat tepat waktu (tidak menunda-nunda) dan jangan mengerjakan sholat dengan sekedarnya hanya supaya tidak menggugurkan kewajibannya saja. Karena orang yang sahun mempunyai ciri-ciri jika waktu sholat tiba selalu menunda-nunda dan sholat mereka hanya sebagai memenuhi kewajiban saja atau bisa dikatakan yang penting sholat dari pada tidak sholat. Allah menjelaskan dalam surat Al Ma’un, “Orang yang sahun mengerjakan shalat, namun celaka dan masuk neraka”.
Dan kondisi sholat yang ketiga yakni
riya’ atau riyaun. Maksudnya adalah seorang muslim seharusnya mengerjakan
sholat dengan ikhlas jangan hanya untuk dilihat orang lain dan nantinya
berharap akan mendapat pujian ataupun sanjungan dari orang lain. Allah pun
sangat tidak menyukai orang-orang yang demikian ini.
Untuk
itu, marilah kita menghindari semua hal-hal yang telah disebutkan diatas,
insyaallah nanti Allah akan melapangkan, memudahkan segala sesuatu yang kita
inginkan selama masih dalam konteks yang baik.
Sumber: Khazanah

0 komentar:
Post a Comment