Cak Nun! Ketika mendengar namanya
ditelinga kita tentu sudah tidak asing lagi. Cak Nun merupakan budayawan dan
intelektual Islam asal Jombang. Tetapi kali ini bukan membahas tentang biografi
Cak Nun, melainkan membahas mengenai tausyiah/ pengajian yang diadakan beliau.
Tausyiah kali ini dilaksanakan di
kota Malang tepatnya di lapangan salah satu universitas swasta. Tausyiah/ sinau
Al Qur’an (belajar Al Qur’an ini sangat ramai di hadiri oleh masyarakat. Mereka
sangat antusias terhadap kegiatan yang di buat oleh Cak Nun ini. Tausyiah ini
disukai oleh warga karena mereka bisa ngaji bareng dan belajar tentang
keistimewaan Al Qur’an dengan diiringi lagu Islami. (Baca:
MerdunyaBacaan Al Qur’an Menarik Perhatian Ayam Jago)
Cak Nun mengatakan bahwa
keistimewaan Al qur’an ini sering sekali tidak disadari oleh masyarakat,
terutama umat Islam. Cak Nun menyebutkan bahwa didalam Al Qur’an terdapat
kandungan ilmu yang komplek dan menyeluruh. Kita bisa menemukan kajian-kajian
dalam Al Qur’an mulai dari ilmu sejarah, sosial, sastra, politik, ekonomi,
sains bahkan teknologi.
Al Qur’anul karim sangatlah tepat bila dijadikan referensi oleh umat Islam ketika mereka ingin mengembangkan sebuah ilmu atau membuat sebuah teknologi baru. Beragam kandungan isi yang terdapat dalam Al Qur’an bisa dijadikan bahan rujukan yang tepat. Cak Nun berpendapat pula bahwa pemikiran orang sekarang telah terpengaruh oleh orang barat yang telah membagi berbagai macam ilmu kedalam ruang lingkup tertentu dan ini menyebabkan orang-orang menganggap Al Qur’an hanyalah kitab yang mengajarkan ilmu agama saja.
Maurice Buchle dijadikan contoh oleh Cak Nun sebagai orang yang pernah terkesima oleh isi kandungan Al Qur’an. Ilmuan sains asal Amerika itu akhirnya masuk Islam setelah mengetahui keistimewaan Al Qur’an. Dia terkesima dengan pendeskripsian proses penciptaan manusia (embrio) yang terdapat didalam surat Al Mu’minun ayat 12-15. Pada mulanya Buchle ini tidak mempercayai apa yang terdapat dalam kandungan ayat ini karena di zaman Nabi Muhammad tidak mungkin sudah ada alat yang bisa melihat proses embriologi secara detail. Namun pada akhirnya Buchle mulai menelaah ayat Al Mu’minun tersebut dan pada akhirnya membenarkan isi kandungan ayat tersebut.
Melihat semua keistimewaan kandungan yang terdapat dalam Al Qur’an sebagai umat Islam kita seharusnya bisa bersyukur karena memiliki kitab suci yang bisa dijadikan rujukan untuk mengembangkan ilmu-ilmu baru. Karena jauh sebelum berkembangnya teknologi, Al Qur’an sudah menjelaskan didalamnya. Salah satu keistemewaan lain dari Al Qur’an yakni Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd yang menemukan ilmu kedokteran yang bersumber pada Al Qur’an.
Sumber: Surya Online

0 komentar:
Post a Comment